Anggota Kepolisian Jadi Korban Kerusuhan Di Manokwari

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Anggota Kepolisian Jadi Korban Kerusuhan Di Manokwari – Polri menyebutkan ada korban cedera dalam kegaduhan Manokwari, Papua Barat. Korban itu datang dari anggota kepolisian.

“Sekarang, korban tiga anggota. 1 Kaorops, 2 anggota,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Ke-tiga korban itu terluka sehabis terserang lemparan batu dari massa. Waktu itu, katanya, polisi melaksanakan negosiasi dengan tokoh warga. “Akan tetapi waktu negosiasi, ada lemparan batu dari warga,” kata ia.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Polri mengira kegaduhan Manokwari berlangsung hasil dari upload account di medsos yg provokatif. Content-content itu berisi hasutan berkenaan peristiwa di Surabaya serta Malang yg dipandang sebagai diskriminasi.

“Ada akun-akun yg menebar content-content provaktif. Sedang didalami jejeran kepolisian,” kata Dedi.

Polri sekarang terus melaksanakan usaha buat menangkal perbuatan kegaduhan di Manokwari, Papua Barat. Beberapa langkah komunikasi pada tokoh warga ditempat terus dijalankan.

“Kami melakukan tindakan persuasif, komunikasi di antara Polri dengan seluruhnya tokoh. Dikehendaki ini sanggup menangkal perbuatan warga serta mudah-mudahan tak meluas,” kata

Ia mengungkap, ada layanan umum sebagai arah amukan massa. Akan tetapi ia belum bisa pastikan, apa massa pula menyebabkan kerusakan layanan punya penduduk ataukah tidak.

“Sekarang kami konsentrasi serta keamanan, melaksanakan negosiasi jangan pernah aksi perusuh ini meluas, lantaran memberikan kerugian warga sendiri,” kata ia.

Massa memblokade beberapa jalan khusus di Manokwari, Papua Barat, pada Senin (19/8/2019). Mereka memblokade jalan melalui cara membakar ban.

Perbuatan massa ini bikin arus transportasi di wilayah ini lumpuh.

Seperti dilansir dari Di antara, perbuatan ini ditandai karena kemarahan warga Papua jadi buntut dari moment yg dihadapi mahasiswa asal Papua di Surabaya serta Malang, Jawa Timur dan Semarang Jawa Tengah kemarin.

Perbuatan massa ini dijalankan di Jl.Trikora Wosi, Jl Yossudarso serta Jl.Merdeka Manokwari. Aparat TNI serta Polri berjaga-jaga di tiap-tiap titik. Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengemukakan sampai sekarang kegaduhan di Kota Manokwari, Papua Barat masih dikerjakan polisi serta TNI.

Sekarang, kata Dedi, polisi serta TNI masih melaksanakan negosiasi dengan mahasiswa serta berbicara dengan tokoh warga buat mendinginkan kondisi.

“Negosiasi terus dijalankan. TNI serta Polri masih beruoaya berkomunikasi dengan rekan-rekan mahasiswa serta tokoh warga buat mendinginkan kondisi,” kata Dedi terhadap Liputan6.com di Jakarta, Senin (18/8/2019).

Dedi mengemukakan, kegaduhan berlangsung di sejumlah titik di Kota Manokwari. Dimana, katanya, kerumunan mahasiswa masih menguasa sejumlah ruas jalan, terlebih di perempatan.

“Mereka tutup jalan serta membakar ban,” kata Dedi.

You might also like